Translate

2014-11-13


Add caption
Cho kyuhyun
at gwanghwamun
Add caption
Add caption


Add caption


Add caption

Add caption

Add caption

Add caption

Add caption






Add caption

Add caption







Add caption

















Cho kyuhyun
at gwanghwamun
Neon eottaetneunji ajik yeoreumi nama
Waenji nan jogeum jichyeotdeon haru
Gwanghwamun garosu eunhaengip muldeul ttae
Geujeya gogael deureosseotna bwa
Nuni busige banjjakideon uri dureun
Imi nami deoeeotjanha
Ne pum anesseo sesangi nae geosieotdeon
Cheoreobtdeon sijeoreun annyeong

Oneul babocheoreom geu jarie seo itneun geoya
Biga naerimyeon heumppeok jeojeumyo
Oji anheun neoreul gidaryeo
Naneun haengbokhaesseo
Geu son jabgo geotdeun gieoke tto dwidora
Nega seo isseulkka bwa

Nan moreugesseo sesang saraganeun ge
Neul dareu nugul chajneun il inji

Keopi hyang gadeukhan i gil chajaomyeo
Geujeya jogeum useotdeon naya



Cheoeumieosseo geutorok nal tteollige han
Sarameun neo ppunijanha
Nuguboda deo sarangseureobdeon nega wae
Naegesseo tteonagatneunji

Oneul babocheoreom geu jarie seo itneun geoya
Biga naerimyeon heumppeok jeojeumyo
Oji anheun neoreul gidaryeo
Naneun haengbokhaesseo
Geu son jabgo geotdeun gieoke tto dwidora
Nega seo isseulkka bwa

Geu jarieseo maeil araga
Jogeumssik byeonhaganeun nae moseubeun
Meon hutnaren geujeo useojwo oh hoo~

Nan haengbokhae
Oneul yeogin geu ttaecheoreom areumdauni

Gwaenhi babocheoreom i jarie seo itneun geoya
Biga naerimyeon heumppeok jeojeumyeo
Oji anheun neoreul gidaryeo
Naneun haengbokhaesseo
Gwanghwamun i gireul dasi hanbeon dwidora bwa
Nega seo isseulkka bwa







Cho kyuhyun
at gwanghwamun
Neon eottaetneunji ajik yeoreumi nama
Waenji nan jogeum jichyeotdeon haru
Gwanghwamun garosu eunhaengip muldeul ttae
Geujeya gogael deureosseotna bwa
Nuni busige banjjakideon uri dureun
Imi nami deoeeotjanha
Ne pum anesseo sesangi nae geosieotdeon
Cheoreobtdeon sijeoreun annyeong
Oneul babocheoreom geu jarie seo itneun geoya
Biga naerimyeon heumppeok jeojeumyo
Oji anheun neoreul gidaryeo
Naneun haengbokhaesseo
Geu son jabgo geotdeun gieoke tto dwidora
Nega seo isseulkka bwa
Nan moreugesseo sesang saraganeun ge
Neul dareu nugul chajneun il inji
Keopi hyang gadeukhan i gil chajaomyeo
Geujeya jogeum useotdeon naya
Cheoeumieosseo geutorok nal tteollige han
Sarameun neo ppunijanha
Nuguboda deo sarangseureobdeon nega wae
Naegesseo tteonagatneunji
Oneul babocheoreom geu jarie seo itneun geoya
Biga naerimyeon heumppeok jeojeumyo
Oji anheun neoreul gidaryeo
Naneun haengbokhaesseo
Geu son jabgo geotdeun gieoke tto dwidora
Nega seo isseulkka bwa
Geu jarieseo maeil araga
Jogeumssik byeonhaganeun nae moseubeun
Meon hutnaren geujeo useojwo oh hoo~
Nan haengbokhae
Oneul yeogin geu ttaecheoreom areumdauni
Gwaenhi babocheoreom i jarie seo itneun geoya
Biga naerimyeon heumppeok jeojeumyeo
Oji anheun neoreul gidaryeo
Naneun haengbokhaesseo
Gwanghwamun i gireul dasi hanbeon dwidora bwa
Nega seo isseulkka bwa
@dwikyu11

At Gwanghwamun) Music Video Teaser

At Gwanghwamun Highlight Medley

2014-04-18

17-18 April, 2014
Berawal dari rasa santai yang berkelanjutan yang berakhir dengan rasa tak nyaman. Semua pasti mengalami hal seperti ini, tinggal bagaimana masing” individu merangkai cerita dalam skrip yang sedang diperankan dalam keadaan sadar. Seperti bagaimana saya saat kemaren sedang asiik sepertinya, saling meluapkan emosi (tandakutip: saling berbagi uneg”) tetapi tak sampai melupakan waktu tentunya. Masih keadaan sadar untuk menjalankan kewajiban di siang hari dan itu artinya, harus mengcut ini semua yang sedang berjalan atau menyeleseikannya secara cepat. Yang akhirnya semua haruslah berakhir. Perasaan yang ada saat itu sudah tak berbentuk lagi, entah masih tetap utuh atau sudah berkeping-garis-miring-remuk-garis-miring-hancur-lebur-garis-miring-ambruk-seketika-itu-juga. Tapi semuanya tak jadi satu, perasaan yg saat itu muncul malah jauh dari perkiraan yang ada, perasaan cemas- garis-miring-khawatir-garis-miring-takut-garis-miring-sedih. Berbagai cerita dalam sesi percakapan kali ini muncul. Tetapi saya bingung tuk menentukan alur cerita ini, karna saya tak bisa mencerikan semua detai cerita saya temukan di sesi percakapan ini bersama dengan seseorang yang saya panggil ibu di tempat saya tinggal sekarang.

Suatu hari nanti pastilah redears juga akan menenukan sesuatu yang bisa disebut sebagai fakta yang ada dikehidupan nyata seperti, entah dari kalimat langsung ataupun kalimat tak langsung saya yang entah disengaja oleh saya ataupun tak sengaja saya tulis. Untuk itu bersabalah menantikan hal tersebut yang engga tau bagaimana tanggapan-garis-miring-respon-garis-miring-argumen-garis-miring-pandangan yang nanti terhadap orang yang seperti itu. Katanya “masa bodo’lah yaa” untuk sebagian orang yang menerima jawaban tersebut. Hal menarik pada sesi percakapan kecil bersama seorang yang ku panggil dengan ‘ibu’ saat ini adalah ketika mengetahui sesuatu yang baru didengar yang pasti juga pertamakalinya untuk ibu dengar. Saat seseorang lupa atau tidak menegerti bagaimana caranya menterjemahkan sesuatu yang ada, selalu ada opsi yang muncul setiap saat a. akan melupakannya dg sangat mudah b. rasa penasaran yang tak kunjung ada hasilnya c. mencari suatu jawaban yang mungkin bisa membuat rasa tersebut terkurangi atau bahkan meng-abaikan hal tersebuta. & yang selalu menjadi sorotan adalah opsi yang terakhir, pilihan yang selalu mendapat polling terbanyak, ataukah saya yang harus membuat pilihan tersebut secara acak (?). entahlah. . . toh semua ini mengalir dengan sendirinya. (jadi (?) inti yang akan diceritakan disini apa?) hmm.. saya masih ingin berputar-putar dalam kalimat-garis-miring-percakapan-garis-miring-obrolan-garis-miring-suatu-tantangan. Belum sampai ke titik klimaks yang membuat bosan. Benarkah? Apakah harus diceritakan dalam forum? Selalu memiliki opsi lagi dan lagi. Tak perlu dijelaskan lagi yang sepertinya redears juga sudah mengetahui semua opsi ini. (jadi (?) intinya mau tidak menceritakan hal tersebut atau tidak?) (titik) 

2014-04-15

2014-4-14
Alangkah lucunya semua ini, tapi bagaimana ketika seseorang melihat hal itu lucu tetepi tidak sedikitpun tertawa yang bahkan untuk tersenyum pun tidak mengembang di wajah ketika definisi lucu itu harus ketawa atau tersenyum dengan malu-malu, yang padahal di dalam hati terdalamnya tertawa terbahak. atau dengan definisi yang lain dari kata lucu, yaitu terlihat aneh dengan ekspresi wajah yang heran “kok ya ada yang seperti itu, A. pandangan kagum B. pandangan aneh C. Pandangan merendahkan”. Nah, dari ketiga jenis ini, yang paling sering ditemukan adalah opsi yang ketiga, tetapi dengan wajahnya yang pura-pura polos, entah ada maksud tertentu atau tidak yang digunakan sebagai tirai untuk menutupi dari semuanya yang mereka lakukan, yang entah itu disadari atau tidak. Tapi jika diperhatikan dengan seksama bahwa ekspresi wajah itu ketara, kecuali jika memang orang tersebut memiliki muka yang datar dengan kata lain wajah tanpa ekspresi sedikitpun, ini akan lain ceritanya. Dan saya kasihan dan merasa susah jika ada yang seperti itu, apabila ekspresi diartikan salah. Padahal sebenarnya tak mengerti yang sedang dirasakan apalagi di fikirkan. Berujung pada salah pengertian dan kesalahpahaman berakhir pada rasa ketidaksukaan yang indikasinya BENCI atau bahkan bisa jadi BENCI SEKALI, hanya karena ekspresi wajah yang salah diartikan. Haruskah ada orang yang ahli sebagai ahli penerjemah ekspresi wajah dengan catatan dapat membaca pikiran orang, karna dapat dipastikan sudah tidak salah terka lagi (seperti halnya penerjemah alkitab, atau yang lagi booming roy suryo yang ahli dalam mendefinisikan dari sebuah gambar dengan segala alat canggihnya) perlukah menciptakan alat yang seperti itu juga (?). Sebenarnya pribadi manusia itu bisa membaca apapun bentukanya dari yang paling mudah yaitu tulisan, ekspresi dari segala ekspresi, gerak tubuh hingga yang ada di dalam hati, dan bahkan pikiran sekalipun. Jadi itu bagaimana dari manusia itu sendiri, untuk memperdalam dari apa yang mereka telah punya sebagai dasar tersebut (hak Hakiki yang telah di berikan oleh sang pencipta). Tapi, dengan kotornya manusia. Pola tersebut memudar secara perlahan, yang hanya karena pikiran picik manusia. Kalau ini saya ga mau tau, dari mana asalnya pikiran picik tersebut, karna pasti berbagai asumsi disini akan muncul. Jadi saya tidak akan membahas pikiran picik di episode ini..
Semua dikatakan lucu ketika melihat sesuatu dalam artian memiliki bentuk atau tidak berbentuk sekalipun. Saya contohkan ketika ada seorang teman yang sedang bercerita dengan seriusnya kepada temannya lagi, yang apa kalian tau bagaimana respon dari sang pendengar ketika sang teman telah usai bercerita? Kata pertama adalah “wuah, lucu banget”, ada juga yang tertawa dulu “haha, itu lucu” sungguh klise sekali semua jawaban itu. Dan saya bingung, bagaimana mengartikan ini semua ketika semua hal telah dianggap sebagi cerita lucu. Terkadang pilihan lucu itu sebagai alternative untuk waktu tertentu, tetapi sekarang tidak. Kata lucu bahkan diucapkan dalam segala bentuk ekspresi. 1. Cerita diri sendiri lagi kesusahan karena suatu hal yang bisa dibilang kekurang beruntungan si doi pada waktu itu. 2. Yang kedua ini hampir sama dengan Cerita yang pertama tapi bedanya hanya si tokoh cerita ini menceritakan orang lain yang terlihat. 3. Selalu jadi obsi yang terakhir, yaitu cerita yang memang bergenre lucu. Itu emang cerita lucu, tapi terkadang cerita lucu pun tak mengindikasikan kita tertawa terbahak, karna orang yang mencerikan juga tak lucu(dengan catatan muka datar) jadi apanya yang lucu, toh itu juga hanya sebuah cerita lucu (catatan pribadi: dianggap tidak penting). Jika ada alternatif pilihan yang lain maka saya pun akan memunculkan opsi ke empat, tapi sayang sampai saat ini opsi hanya dibuat sampai yang terkahir itu 3, meskipun banyak yang berpikiran setiap kepala itu berpikir yang berbeda-beda, tapi jika dilakukan survey rate, maka rating yang muncul pasti ketiga opsi tersebut. Jadi pentingnya disini apa? Dan bagaimana cara penyelesaiannya? Jika terselesaikan, itu berdasarkan apa? Adakah yang tau readers? Cukup dijawab di dalam hati sendiri saja, karna bagaimanapun, adakalanya pertanyaan tak semua butuh penjelasan, karna jika jawaban itu rahasia, maka tetap simpanlah rahasia itu, selama kau bisa mempertahankan rahasia itu.
Cukup sekian cuap-cuap hari ini, lampbai” tangan, usap keringat.
Annyeong. . . .

Tertanda – yang bertandangan J